Maros,Republik kita.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan salah satu program kerja individu berupa Pembuatan Pakan Fermentasi Silase Jerami Padi dari Limbah Pertanian Warga. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Puja Ananda, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin.
Kegiatan berlangsung di Desa Tunikamaseang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada 8 Januari 2025, dan diikuti oleh sekitar 20 peserta yang terdiri dari mahasiswa KKN 115 Unhas serta masyarakat dari lima dusun yang ada di wilayah desa tersebut.
Program ini berangkat dari hasil observasi mahasiswa KKN 115 Unhas yang melihat besarnya potensi limbah pertanian, khususnya jerami padi, serta keberadaan ternak seperti sapi dan kambing di Desa Tunikamaseang. Namun, selama ini limbah jerami padi tersebut hanya dimanfaatkan sebagian kecil sebagai pakan ternak, sementara sisanya dibuang, ditumpuk, bahkan dibakar.
Padahal, jerami padi dapat diolah menjadi pakan fermentasi silase yang memiliki nilai gizi lebih tinggi, tingkat palatabilitas yang lebih baik, serta daya simpan yang lebih lama. Selain itu, silase juga dapat menjadi solusi ketersediaan pakan ternak saat musim kemarau.
Dalam pemaparannya, Puja Ananda menjelaskan bahwa silase jerami padi mampu meningkatkan kualitas hijauan pakan ternak dibandingkan hijauan segar yang tidak diawetkan.
“Silase ini dapat meningkatkan nilai gizi dan kualitas pakan ternak, serta menjadi cadangan pakan pada saat musim kemarau tiba,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai manfaat dan keunggulan pakan fermentasi silase jerami padi. Selanjutnya, mahasiswa KKN 115 Unhas mempraktikkan langsung proses pembuatannya, mulai dari pencacahan jerami padi, penambahan dedak, larutan molases, dan EM4, hingga proses penyimpanan jerami padi di wadah tertutup untuk fermentasi selama beberapa minggu.
Antusiasme masyarakat Desa Tunikamaseang terlihat dari partisipasi aktif para peternak yang terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan.
“Teknik pembuatan silase jerami padi ini mudah diterapkan dan dapat membantu mengatasi kekurangan pakan ternak pada musim kemarau sekaligus mengurangi biaya produksi,” ujar salah satu peternak peserta kegiatan.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN 115 Universitas Hasanuddin berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Tunikamaseang, khususnya dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan pakan ternak. Diharapkan, inovasi pakan fermentasi silase jerami padi ini dapat terus diterapkan sebagai solusi lokal untuk mendukung keberlanjutan sektor peternakan desa.













