APH di Minta Usut, Proyek di Beberapa Desa Kenegerian Kari Kuansing, di Duga Banyak Penyimpangan!

TELUKKUANTAN-Aparat Penegek Hukum (APH), diminta untuk turun mengusut kegiatan proyek dibeberapa Desa di Kenegerian Kari-Kuantan Singingi (Kuansing). Karena banyak kegiatan proyek dibeberapa Desa itu yang diduga terjadi penyimpangan.

Salah seorang aktivis warga yang minta identitasnya dirahasiakan menyebutkan, setidaknya ada 4 Desa di Kari yang kegiatan proyeknya menjadi pembincangan warga karena banyak terjadi kejanggalan dan diduga ada penyimpangan.

Ke 4 Desa itu antara lain, Desa Bandar Alai, Desa Pulau Godang, Desa Koto Kari dan Desa Pulau Banjar Kari. Menurut aktivis warga ini, ke 4 Desa tersebut paling banyak menjadi perbincangan warga, karena banyak diduga proyek desanya yang bikin warga kecewa.

Menurutnya untuk Desa Bandar Alai, ada proyek pengadaan sapi yang hingga kini tidak jelas dan kabarnya sudah masuk laporannya ke APH. Disusul pembangunan Jalan Usaha Tani yang asal jadi dan pembangunan Pos Kamling yang fisik jadinya bikin geleng-geleng kepala.

Lalu di Desa Pulau Godang yang membuat pagar desa yang terkesan adanya mark up dan pembuatan jalan dengan alat berat, dimana sewa alat beratnya diduga di mark up hingga Rp 40 juta dalam sehari.

Kemudian di Desa Koto Kari ada pembangunan jalan semenisasi yang belum diserah terima hingga sekarang dan ada penjualan sapi yang tidak jelas pembukuannya.

Terakhir di Desa Pulau Banjar Kari, yang membangun  turap di sungai Kuantan, pada periode pertama Kades baru, namun baru beberapa bulan, turap yang dibangun sudah ambruk dan hancur hingga sekarang.

Untuk itu, banyak warga yang berharap agar permasalahan pembangunan proyek di 4 Desa ini agar bisa diusut tuntas oleh APH. Sebab, berapa banyak dugaan kerugian negara akibat proyek pembangunan yang terkesan asal jadi seperti itu. Dimana akibat dari itu semua, masyarakat lah yang paling dirugikan.(Zul)