Kaget Fotonya Dipublikasikan, Mantan Karyawan SPPG Marumpa 01 Tegaskan Tak Pernah Beri Izin

MAROS, Republik_Kita.id | Selasa,3,02,2026, Seorang mantan karyawan SPPG Marumpa 01 menyampaikan klarifikasi curhat terkait pemberitaan berjudul “Beberapa Eks Karyawan SPPG Marumpa 01 Maros Ungkap Cerita Kelam” yang dimuat salah satu media online.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan persetujuan atas penggunaan foto pribadi maupun pencantuman namanya dalam pemberitaan tersebut.

Dalam percakapan via WhatsApp, yang bersangkutan menjelaskan bahwa pertemuan yang menjadi dasar pemberitaan itu bukanlah pertemuan resmi untuk penggalangan keterangan berita, melainkan pertemuan biasa yang berlangsung di sebuah kafe.

Ia mengaku tidak mengetahui bahwa pertemuan tersebut akan didokumentasikan untuk kepentingan publikasi media.

Keberatan tersebut juga telah disampaikan langsung kepada pihak yang mengangkat berita, sebagaimana terekam dalam percakapan WhatsApp yang kini disimpan sebagai dokumentasi pribadi.

Dalam percakapan itu, yang bersangkutan secara tegas mempertanyakan alasan penggunaan foto dirinya tanpa izin.

“Apa maksudnya ini Pak? Kenapa foto saya dimunculkan tanpa izin?” tulisnya dalam pesan WhatsApp.

Namun, respons yang diterima dinilainya tidak menjawab substansi keberatan. Bahkan, dalam balasan pesan, pihak tersebut menyatakan tidak ada larangan untuk mengangkat berita.

“Siapa yang melarang saya untuk angkat berita,” demikian kutipan balasan pesan yang diterima.

Menanggapi hal itu, mantan karyawan tersebut kembali menegaskan bahwa keberatannya bukan pada pemberitaan, melainkan pada penggunaan foto pribadi tanpa persetujuan.

“Silakan angkat berita, tapi jangan sembarang pakai foto orang,” tulisnya dalam percakapan lanjutan.

Atas kejadian ini perlindungan identitas, sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik Pasal 2 dan Pasal 5, terutama dalam penggunaan foto yang berpotensi merugikan pihak tertentu.

Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk informasi lanjutan tim media dan pelurusan informasi, agar publik mengetahui bahwa tidak semua pihak yang fotonya dimuat dalam pemberitaan memiliki keterlibatan atau sikap yang sama dengan isi berita yang ditayangkan.

(**) Team