Bantaeng, Republik_Kita.id– Peta persaingan menuju Kongres Ke-IX Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya (HPMB-Raya) semakin mengeras. Kahar Muzakkar resmi menyatakan diri maju sebagai Calon Ketua Pengurus Besar HPMB-Raya, membawa narasi kepemimpinan yang berangkat dari pengalaman lapangan, militansi kader, dan keberanian mengambil sikap organisasi.
Kahar Muzakkar merupakan demisioner Ketua Pengurus Cabang Adat Sampulonrua dan saat ini menjabat sebagai Pengurus Besar HPMB-Raya Periode 2023–2025. Selama berproses di organisasi, Kahar dikenal aktif mengonsolidasikan gerakan di tingkat akar rumput serta terlibat langsung dalam berbagai dinamika advokasi pelajar dan mahasiswa Bantaeng Raya.
Dalam keterangannya, Kahar Muzakkar menegaskan bahwa HPMB-Raya tidak boleh terjebak pada rutinitas struktural dan wacana elit organisasi semata, melainkan harus kembali berpihak pada kader dan realitas lapangan.
“Organisasi ini lahir dari denyut perjuangan di lapangan. Jika kita menjauh dari kader dan realitas sosial, maka HPMB-Raya kehilangan jiwanya,” tegas Kahar.
Pada Kongres Ke-IX ini, Kahar Muzakkar mengusung tagline:
“Berani Bergerak, Tegas Membela”
Tagline tersebut menegaskan orientasi kepemimpinan yang mendorong keberanian bertindak, konsistensi sikap, serta keberpihakan nyata terhadap kepentingan kader dan masyarakat.
Adapun Visi dan Misi yang diusung Kahar Muzakkar adalah sebagai berikut:
Visi
Mewujudkan HPMB-Raya sebagai organisasi gerakan yang berani, militan, dan berpihak, dengan kader yang aktif membela kepentingan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Bantaeng Raya.
Misi
1. Menguatkan gerakan advokasi HPMB-Raya yang responsif terhadap persoalan pendidikan, sosial, dan ketimpangan daerah.
2. Mendorong keterlibatan aktif kader dalam gerakan lapangan dan kerja-kerja pengabdian masyarakat.
3. Menegaskan posisi politik organisasi yang independen dan berani menyuarakan kebenaran.
4. Memperkuat solidaritas antar cabang melalui kerja-kerja kolektif berbasis gerakan.
5. Menumbuhkan militansi kader melalui kaderisasi yang menekankan kesadaran sosial dan keberanian sikap.
Masuknya Kahar Muzakkar sebagai kandidat Ketua PB HPMB-Raya menambah dimensi baru dalam kontestasi Kongres Ke-IX. Di tengah kandidat yang menawarkan penataan sistem, konsistensi manajerial, dan pendekatan kultural, Kahar hadir dengan tawaran kepemimpinan lapangan yang menuntut organisasi turun langsung dan berpihak secara nyata.
Kongres Ke-IX HPMB-Raya pun semakin jelas menjadi arena adu arah gerakan: apakah organisasi akan fokus pada konsolidasi internal semata, atau tampil sebagai kekuatan sosial yang berani bergerak dan tegas membela.
Jurnalis : EnhaL07













